Hari yang panjang, penuh sesal, tak ingin ku ingat.
Hanya ini saksi tulisan akan hari ini.
Pernah gak dapet sial tapi yang cuma bisa disalahin itu diri sendiri? Kurang lebih itu yang ku alami.
Aku belum pernah ngalamin sebelumnya, tapi aku ingin merubahnya secepat mungkin.
Entah mungkin lagi laper atau bagaimana, hati mangkel terus, dongkol. Bikin mental down seketika.
Dia bara apiku, pembakar tungku semangat untuk menjalani hari-hari.
Mawar putih yang menjaga terang jalanku di malam gulita.
Permata yang memancarkan indahnya cahaya nan lembut sinar matahari di siang terik yang membakar kulit.
Alasan mengapa ku masih ada di sini.
Entah, kuyakin dia lah tulang rusukku.
Seandainya keadaan masih seperti sedia kala, aku akan tetap sama.
Ya, masih sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar